Tahun Baru di Jepang

January 2nd, 2009 by hanashobu

Setiap negara pasti mempunyai cara yang unik buat rayain Tahun Baru, misalnya acara TV pada spesial semua. Di Jepang juga sama, drama akan dimulai pada tgl 5 Januari.

Menjelang akhir tahun, di Jepang ada acara olahraga yang bernama K-1, yaitu acara semacam boxing, tapi boleh main sepak terjang. Kupikir ini orang Jepang aneh banget yah, kok menggelar acara begini pas di akhir tahun.

Pada Tahun Baru, orang orang kan pingin semuanya serba baru, bukan muka benjol benjol, tapi muka berseri menjelang TB, tapi ada orang yang mau ikut K-1 juga, hanya karena demi uang.

Kalau di Amerika & negara Eropa sana, pergantian tahun pasti dirayakan dengan mercon di sana sini, beda dengan Jepang, di mana detik detik pergantian tahun  akan terdengar bunyi GONG sebanyak 108 kali, lalu orang orang akan makan soba di rumah, karena soba yang panjang diyakini melambangkan umur yang panjang. Aku juga ikut makan soba, supaya umurku panjang juga, agar bisa melihat cucu cucuku kelak, hehehe….

Lalu pada tgl 1 Januari, orang Jepang makan lebih mewah pada pagi harinya, ibaratnya kalau Imlek, kita makan besar. Mochi adalah yang paling utama, mochi dibuat menjadi sup Zooni.

Kalau aku lebih suka Imlek di Indonesia, karena banyak kue kue, seperti: kue nenas, kue bangkit, spekuk, dan lain lain. Di Jepang ada juga sih, biasanya berupa manju, yang di dalamnya berisi kacang merah, rasanya tentu manis sekali. Rasa lain ada juga sih, tapi rata rata isi manju adalah Anko ( kacang merah)

Tanggal 1 Januari, biasanya keluarga Fujio merayakan dengan jalan kaki dari Koro ke Ikuno, lebih kurang 8 jam. Kata mertua adalah 1 tahun sekali, demi kesehatan. Famili Fujio sih ada, tapi mereka tinggal jauh, yaitu di Kyoto sana.Jadi setahun sekali saling mengirim kabar lewat telepon maupun Post Card Happy New Year.

Dari tgl 1 s/d tgl 3, orang orang Jepang pada ke Jinja, minta ajimat dari dewa, supaya di TB, semuanya lancar lancar saja. Para gadis muda tentu saja meminta jodoh. Gadis gadis Jepang memakai kimono, mereka terlihat cantik sekali. Ada yang pakai pakaian trend, lalu memakai make up, mereka juga terlihat cantik bagai bintang film.

Aku senang melihat wanita cantik, tapi diri sendiri gak pintar berdandan, tapi aku bersyukur juga, setidaknya aku gak perlu menghabiskan duit buat beli kosmetik yang gak perlu ^.^

Demikianlah sekilas cerita tentang perayaan Tahun Baru di Jepang, boleh dibilang gak ada yang istimewa banget.

Shinichi 3 Tahun

December 9th, 2008 by hanashobu

Tanpa terasa waktu berlalu sangat cepat, akhir Desember nanti pernikahan kami akan masuk tahun yang ke 5. Selama hampir 5 tahun ini, kami dikaruniai 2 anak cowok oleh Tuhan.

Pada waktu Shinichi lahir, aku masih ingat dengan sapaan mertua lk di pagi hari, yang bertanya padaku begini: ” Sumarni, apa perutmu gak sakit?”

Lalu kujawab: ” Gak”, tetapi ketika aku ke toilet, aku melihat ada bercak darah di celana dalamku, lalu aku ceritain kepada mertua pr, mertua pr langsung telepon ke RS Maria & menceritakan keadaanku.

Pihak RS menyuruh aku segera datang & ketika kami tiba, kira kira pukul 10 pagi lewat, suster itu langsung menyuruh aku masuk ke ruang periksa, padahal masih banyak pasien yang lain.

Dr pada waktu itu bilang padaku bahwa pembukaan sudah 4 cm, jadi aku disuruh menginap juga pada waktu itu, aku disuruh naik ke Lt.3, pada waktu itu perut juga belum sakit, aku masih bisa ganti pakaian bersalin seorang diri.

Kemudian datang seorang suster, memasang alat monitor pada perutku selama 40 menit, pada waktu itu rasanya aku sudah mau melahirkan. Untunglah setelah pemeriksaan itu selesai, Dr pun segera datang.

Mereka membawaku ke ruang bersalin & tak begitu lama terdengarlah suara bayi yang menangis dengan keras, suster memberitahu bahwa bayiku laki laki & segera diberi gelang pengenal yang bertulis Fujio Baby.

Shinichi lahir pada malam hari, kemudian dia demam pada malam hari, demamnya mencapai 38 derajat C, jadi dia harus menginap di RS Anak selama 2 minggu, pada waktu itu tentu aku sangat sedih sekali, apalagi melihat ibu lain yang menyusui anaknya di Baby Room.

Setelah 2 minggu, Dr mendiagnosa bahwa Shinichi sudah gak ada problem, aku masih gak begitu percaya, karena pada waktu Shinichi menginap di RS, nafasnya sering tersengal sengal, bagai haus menghirup udara.

Lalu Shinichi dibawa pulang ke rumah juga, pada waktu itu sudah musim dingin, karena ini anak pertama, tentu aku sedikit bingung, untunglah aku tinggal dengan mertua, mereka banyak membantu.

Hari berganti hari, Shinichi juga tumbuh dengan normal, cuma sayang giginya juga cepat tumbuh, yaitu 2 bulan sudah bergigi satu, jadi aku terpaksa menyetop ASI kepadanya, karena gak tahan sakit digigit terus T_T

Bulan berganti bulan, pada usia 1 tahun, Shinichi sudah bisa banyak hal, misalnya: berjalan, berbicara, dan lain lain. Usia 2 tahun, Shinichi tambah pintar, bisa membaca hiragana, katakana, Alfabet, angka/bilangan dari 0 s/d 100.

Shinichi sangat suka menyanyi sambil berputar putar, dia bisa menyanyi  beberapa lagu anak yang terkenal dalam B. Jepang.

Juga bisa menyanyi lagu Inggris, misalnya: lagu ABC, Brush Your Teeth, BINGO, dan lain lain.

Tentunya lagu Indonesia juga bisa, karena dia sering melihat DVD lagu Sekolah Minggu yang dinyanyikan oleh Kevin & Karin. Lagu lagu yang dihafalnya adalah: Do,re,mi. Dua orang buta, Oh Papa Oh Mama, dan lain lain.

Dia nyanyi dengan tepat, cuma aku gak pintar jelaskan padanya, misalnya: do, itulah dosamu…aku gak tahu bagaimana cara menjelaskan padanya, karena aku kan bukan guru agama, hehehehe…..

Selain hobi menyanyi, Shinichi juga suka menulis, sekarang dia bisa menulis dari angka 0 s/d 7, angka 8 memang agak susah ^-^

Selain itu menginjak usia 3 tahun, sudah bisa menulis huruf A s/d D, lalu huruf L, N & R juga bisa, karena huruf itu ada di mobil papanya yang otomatis.

Aku bangga sih mempunyai anak yang pintar, tapi di dunia ini gak ada yang sempurna, anak yang pintar, biasanya lemah fisiknya, dia gak akan bisa melawan anak lain yang lebih kuat darinya.

Di Jepang, biasanya anak yang lemah akan digencet oleh teman sekolahnya, itu yang membuat aku sedikit kuatir, karena selama ini Shinichi gak pernah bermain dengan Shota dan anak teman temanku. Dia selalu bermain sendiri, aku berharap semoga suatu hari dia bisa terjun ke dunia sosial juga.

Dan semoga kekuatiran aku gak terjadi, aku selalu ingat beberapa kalimat yang ada di blog temanku, yaitu sering kali apa yang kita kuatirkan gak pernah terjadi. Kematian takut pada orang yang siap mati. Kita akan membayar 1 dolar untuk 1 sen yang kita curangi.

Terima kasih kepada Erwin yang membuat blog tentang Nasihat Orang Bijak!

Catatan bulanan Shota

November 24th, 2008 by hanashobu

Sekarang Shota sudah berusia 1 tahun, segala kenangan mulai dari mengandung sampai melahirkan & membesarkan dia, tentu masih segar dalam ingatanku, karena aku membuat catatan bulanan tentang dia.

Juga hal hal yang disukai & dibenci oleh dia. Hal hal yang disukai Shota adalah sama dengan bayi bayi pada umumnya, yaitu: makan, tidur, bermain, jalan jalan, digendong, main cilukba, mengkerat barang, merebut mainan abangnya & menggaruk pangkal leherku kalau lagi minum ASI.

Lalu hal yang dibenci adalah: dimasukkan ke Baby Bed & Baby Walker, karena dia gak bisa bebas, mulut & hidungnya dilap ( dasar anak yang jorok), kalau kita bilang gak boleh, maka dia akan merepet dengan bahasanya sendiri.

Berikut ini perkembangan Shota mulai dari dia lahir di dunia ini!

0 bulan: sangat susah mengganti popoknya, karena kakinya suka ditendang    tendang, kebiasaannya ini terbawa sampai sekarang

1 bulan: sudah mulai bilang kata hei, hei, sudah mulai suka tersenyum

2 bulan: sangat lasak kalau dimandikan, suka menendang selimut pada waktu tidur

3 bulan: menggenggam barang, berpaling kalau namanya dipanggil, menghisap jari

4 bulan: belajar tengkurap, waktu tidur bisa putar 180 derajat

5 bulan: merayap

6 bulan: merangkak sedikit, gigi tumbuh 1 buah

7 bulan: tidur mulai lasak, main cilukba dengan sapu tangan

8 bulan: minum dengan menggunakan pipet, duduk sendiri

9 bulan: panjat sofa & bed, sudah mengerti beberapa kata, misalnya: bye bye, cilukbam dsb, sudah pintar marah & merepet. Gigi juga sudah jadi 6 buah

10 bulan: membuka & menutup pintu kamar  sambil main main, bilang papa, ba, dan kata kata yang lain

11 bulan: berdiri dengan keseimbangan, tepuk tangan, kalau namanya dipanggil, maka Shota akan angkat ke2 tangannya ke atas

12 bulan: minum ASI sambil berdiri, HAH? dialah yang mengatur posisi aku dalam hal minum ASI, bukan aku yang mengatur posisinya, hahaha…..

Sekarang gigi Shota semuanya berjumlah 8 buah, yang atas adalah 4 & yang bawah juga 4.

Waktu gigi sedang dalam pertumbuhan, sering main gigit T_T  sakit sekali, tetapi aku harus tabah, karena susu bubuk harganya mahal, belum lagi harga popok yang gak pernah turun.

Tiap hari aku melewati hari hariku dengan senang, kadang ada sebelnya juga, karena Shota sangat susah diganti popoknya, dia suka balik sebelum ek eknya dibersihkan dengan sempurna, selain itu dia suka menendang kakinya, sehingga kalau dipakaikan celana, masuk kaki kiri, keluar kaki kanan, dan sebaliknya, sehingga tak jarang juga aku merepet padanya, hahaha………

Hobby Memang Hal yang Menarik

September 14th, 2008 by hanashobu

Semua orang pasti mempunyai hobby, hobby itu macam macam, mulai dari membaca, mendengar musik, dan sebagainya.

Hobbyku sendiri adalah seperti yang tercantum dalam Friendster, namun di sini yang ingin kuceritakan adalah hobby anak anakku yang cukup unik.

Anak sulungku yang bernama Shinichi, dia sangat suka membaca, makanya pada waktu dia berumur 2,5 tahun, dia sudah bisa membaca huruf hiragana, katakana, huruf Alfabet, angka 0 s/d 100, juga membaca huruf kanji namanya sendiri.

Mungkin ini adalah hal biasa, nah…uniknya adalah di sini: kalau Shinichi lihat di kertas iklan ada tulisan angka yang besar, dia pasti suruh kami gunting angka tersebut, lalu karena dia suka angka, maka dia juga suka dengan jam dan barang barang yang ada huruf/angkanya, contohnya: HP, timbangan, dan lain lain.

Barang yang berupa batangan Shinichi juga sangat suka sekali, misalnya: sumpit, tusuk gigi, sikat gigi, dan sebagainya. Karena dari barang barang tersebut,dia suka membuat bentuk segitiga, segiempat, rumah dan bentuk bentuk yang dia inginkan.

Maka gak heran mainannya mulai dari jam asli sampai dengan jam mainan, peralatan dapur, peralatan bersih bersih, dan lain lain. Selain itu Shinichi juga suka gambar panah, kalau dikumpul kumpul panah yang dibuat neneknya dari kertas karton, mungkin ada melebihi 100 buah.

Lalu tangan Shinichi gak pernah kosong, kemanapun dia pergi, dia pasti membawa sesuatu, pada waktu tidurpun, dia mesti pegang sesuatu, baru bisa tidur, mulanya aku keberatan sih, karena di tempat tidur bagiku gak boleh ada mainan yang berserakan, tapi makin dilarang dia makin menjadi, yah….akhirnya aku mengalah T_T

Sedangkan Shota juga gak mau kalah, hobbynya hampir sama dengan abangnya, yaitu membuka buku sambil melihat lihat, tangan & kakinya juga gak pernah berhenti bergerak, baik pada waktu minum ASI.

Pada waktu Shota minum ASI, satu tangannya yang terletak di belakang punggungku suka main garuk , sehingga gak jarang siku tanganku lecet lecet akibat garukannya, lalu tangan yang satunya lagi yang berada di depan tubuhku akan mencari telapak tanganku buat sekedar ditepuk, sambil kakinya meraba raba mencari barang mainan di sekitarnya untuk ditendang.

Itulah hobby anak anak aku yang sangat bandel, kadang ulah mereka tentu membuat aku sebal, bayangkan saja bekas guntingan kertas bercecer ke mana mana, sikuku lecet lecet, belum lagi puting susu digigit olehnya T_T

Tapi yang namanya anak anak, mana bisa kita marah, karena mereka melakukan hobbynya dengan senang, rasanya sangat gak tega menghentikan hobby mereka demi kepentingan diri sendiri, terpaksa aku menutup sebelah mata melihat isi rumah yang seperti kapal pecah setiap hari, dan aku harus menahan sakit digaruk dan dicakar oleh Shota, bahkan kadang kadang digigit oleh Shota, hahaha…..

Aku Selalu Belajar Dari Orang Orang

August 19th, 2008 by hanashobu

Dalam hidup ini, aku selalu belajar dari orang orang yang kujumpai, tentu saja pertama aku belajar dari kedua orang tuaku. Sayang mereka kini telah meninggal dunia, hiks…
Lalu belajar dari teman teman di sekolah, belajar dari teman teman satu kerja, belajar dari mertua, belajar dari teman satu club, dan dari orang asing yang secara tak sengaja kujumpa di air port, sampai sekarang juga aku masih belajar, pokoknya seumur hidup aku tetap harus belajar, demikian juga dengan Anda.
Karena semakin banyak aku bertemu dengan orang, semakin banyak pengetahuanku, sebab orang yang kujumpai pasti punya satu kelebihan yang tak kumiliki, dari situlah aku belajar.
Tanpa kusadari, aku juga banyak belajar dari Shinichi, misalnya kalau angka 5 dibalik sedemikian rupa, angka 5 bisa berubah jadi angka 2, huruf hiragana te, kalau dibalik akan jadi angka 2 juga.
Entah mengapa yah, kalau Shinichi sangat suka angka, padahal waktu aku hamil dia, aku dipaksa oleh mertua laki laki beli Lotere, katanya kalau wanita hamil beli Lotere, biasanya pasti kena! Tapi aku gak mau,karena aku gak percaya pada keberuntunganku,lagian aku merasa sayang kalau uang itu dibuang buat beli lotere, bagusan uang itu buat beli keperluan bayi ^-^
Memang ada untungnya Shinichi suka dengan angka angka, sehingga sekarang dia sudah bisa baca angka dari 0 s/d 100, membaca hiragana & katakana, membaca namanya sendiri, boleh dibilang Shinichi adalah anak yang pintar, cuma sayang Shinichi adalah anak yang pemalu.
Di samping ada untung, pasti ada rugi.Ruginya adalah barang barang elektronik yang berhubungan dengan angka jadi cepat rusak, misalnya: kalkulator,  CD  Recorder Tape, dan lain lain kalau sudah jadi mainan Shinichi.
Bahkan peralatan dapur, misalnya rice cooker, scale, tuper ware, semua jadi mainan Shinichi, makanya gak heran kalau rumah kami selalu berantakan, hahaha…..
Kalau Shota belum nampak hobby lainnya, untuk sekarang sih hobby Shota cuma berdiri saja, belum sampai 1 menit kubaringkan Shota ke tempat tidur bayi, dia sudah memanjat alias berdiri.
Namun aku percaya bahwa setiap manusia pasti punya kelebihan & kekurangan masing masing, kalau seorang manusia sempurna, dia sudah pasti gak akan punya perasaan  terhadap sesama lagi.
Makanya Tuhan itu adil, dia memberi sesuatu kepada kita, maka kita harus pintar menjaga & mengolahnya!
Hahaha…..teori memang gampang yah, praktek yang susah, tapi jangan menyerah begitu saja!

Shio Babi Hutan dalam Kalender Jepang

August 14th, 2008 by hanashobu

Sebenarnya nenek moyang kita adalah sama, menurut yang aku pelajari waktu di bangku sekolah adalah bahwa manusia ingin mendirikan Menara Babel, sehingga bisa mencapai langit/surga. Tentu saja Allah gak setuju, maka Allah mengacaukan pekerjaan mereka.
Sehingga sampai sekarang muncul banyak bahasa & berbagai macam negara. Nenek moyang bangsa Asia Timur juga sama, maka gak heran kalau wajah orang China, Taiwan, Jepang, Korea, & Mongol hampir sama. Bahkan ada beberapa kebudayaan yang sama di antara negara Asia Timur tersebut.
Sampai sekarang orang Jepang masih menggunakan huruf Kanji, huruf Kanji itu banyak diambil dari huruf China. Cuma saja bacaannya yang agak lain. Dalam bahasa Jepang ada 2 pembacaan yaitu Kun yomi ( bacaan Jepang) & On yomi ( bacaan China)
Lalu shio dalam kalender Jepang juga sama dengan kalender China, cuma ada sedikit perbedaan, yaitu di shio ke 12. Di kalender China adalah Shio Babi, sedangkan di kalender Jepang adalah shio Babi Hutan. Dan kalau sudah berganti tahun menjadi 1 Januari, maka shio dalam kalender Jepang juga akan berganti menjadi shio berikutnya, umpamanya tahun ini adalah shio tikus, tgl 1 Januari 2009 adalah Tahun Kerbau.
Kalau kalender China menurut tanggal lunar, jadi shionya cuma akan berganti di Imlek (Happy Chinese New Year).
Karena Shota lahir di bulan November 2007, maka Shota adalah shio Babi Hutan, aku sendiri gak mengerti, apakah shio itu ada hubungannya dengan sifat kita atau tidak?
Tapi yang jelas si Shota sangat lasak, mulai dari dia umur 0 hari, pada waktu aku mengganti popoknya, dia suka menendang kakinya, sehingga tubuhnya bisa bergeser ke arah dalam Baby Bed.
Pada waktu di RS, aku telah punya firasat bahwa anak ini sulit diatur, eh….ternyata memang benar! Sampai sekarang kalau aku mau ganti popoknya kayak mau berperang sama Shota, karena dia selain suka menendang kaki, kadang kadang suka membalikkan tubuh ke samping, sebelum aku selesai memakaikan popok ke dia, kalau dia cuma pipis sih masih mendingan, tapi kalau beol ( maaf yah! ) ………….
susahnya minta ampun mengganti popoknya, sehingga gak jarang kalau aku bisa mengomel padanya!
Namun anak Miki san yang bernama Tomonori kun, dia juga shio Babi Hutan. Aku lihat dia gak selasak Shota. Kalau Shota minum ASI, dia juga sangat lasak, tangannya yang berada di belakang punggungku akan menggaruk siku tanganku, sehingga siku tanganku ( baik kiri maupun kanan) sering lecet akibat digaruk. Sedangkan satu tangan Shota yang berada di depan tubuhku akan mencari telapak tanganku, buat sekedar ditepuk, istilahnya adalah tangannya gak pernah bisa diam.
Tangan Shinichi juga gak pernah diam, kalau Shinichi pergi jalan jalan, dia mesti bawa sesuatu di tangannya, entah itu pensil, jam weker, sumpit, dan apa saja, yang penting tangan dia ( Shinichi ) gak pernah kosong.
Rupanya ke 2 abang beradik itu punya hobby yang sama, yaitu tangan mereka selalu aktif. Makanya aku gak bisa minum sambil gendong Shota, karena dia akan merebut cangkirku, kalau aku pakai kacamata, kacamataku juga akan diambil oleh Shota. Kalung, gelang & cinicin, aku gak pakai buat sementara! Yah….apa boleh buat???
Repot memang kalau punya anak anak yang tangannya terlalu aktif =^:^=

Rumahku Selalu Berantakan Setiap Hari

August 10th, 2008 by hanashobu

Aku bukan orang yang rapi banget, tapi kalau melihat rumah berantakan tiap hari, kepalaku bisa pening juga. Memang kalau ada anak anak, rumah gak bisa rapi yah, karena mereka selalu ingin bereksperimen.
Melihat rumah yang berantakan, bisa membuat aku stress pula, oleh sebab itu tiap hari aku online terus, walau sekedar baca berita, karena kebetulan aku punya hobby membaca ^-^
Namun anak sulungku, boleh dibilang dia punya kegemaran pada apa saja, apalagi pada barang barang yang ada angkanya, misalnya: rice cooker, measuring cup, meteran baju, rol, keyboard, digital kamera, cellphone, dan masih banyak barang lain.
Selain itu Shinichi sangat suka barang barang yang berbentuk batangan, misalnya: sumpit, pensil, crayon, pastel oil, cotton bud, dan lain lain.
Dia suka buat bentuk segitiga, segiempat dari barang batangan tersebut, Shinichi juga suka menggambar di mana mana, anehnya lukisannya bisa berbentuk lagi, seperti anjing yang lagi marah, serangga, bunga ros, dan sebagainya.
Tapi sehabis bermain, dia gak mau membereskan mainan, bisa dibayangkan bukan misalnya cotton bud & pensil pensil berserakan di lantai, manalagi kadang kadang aku sangat sibuk mulai jam 5 sore s/d jam 8 malam, jadi di waktu itu rumahku paling berantakan, manalagi di sini semua harus kita yang turun tangan, istilahnya kita yang jadi bibi, mulai dari mencuci sampai masak makan malam.
Sudah bosan main dengan pensil atau sejenisnya, maka Shinichi akan lari ke mainan kertas buatan dari neneknya, dia suka menyusun angka dari 0 s/d 50, makanya mainan kertas dia juga ada satu plastik.
Aku paling ngeri melihat kalau Shinichi sudah mengeluarkan mainan kertasnya, maka dia akan mengacau balau hanya untuk mencari angka angka yang dia inginkan.
Kalau Shota gak pernah mau dimasukkan ke baby bed & baby walker, dia pasti akan menangis sampai aku mengeluarkan dia, nah…kalau dibiarkan merangkak, aku gak bisa jaga Shota secara 100 %, makanya kadang Shota sempat menjilat pensil atau apapun yang diserakin abangnya di lantai.
Mau marah pada Shinichi gak mungkin, karena dia juga belum begitu mengerti bahwa adiknya masih bayi & seorang bayi pasti selalu memasukkan apapun ke mulut.
Bukannya kami gak mengajari Shinichi untuk membereskan mainan, tapi dia sendiri yang gak mau, istilahnya keras kepala, kalau di rumah selalu mau menang sendiri, untunglah waktu pergi ke club, Shinichi jadi anak yang baik, karena sebenarnya dia juga anak yang pemalu.
Walau begitu aku gak malu selalu mengambil foto anak anak di rumahku yang berantakan, karena setiap saat aku ingin memotret mereka, bagiku tingkah laku mereka sangat lucu, tapi si sulung Shinichi sangat susah diambil fotonya, karena selalu bergerak ke sana kemari, kalau disuruh tersenyum, maka dia akan menyeringai seperti seorang drakula yang baru habis menghisap darah, sereemmm…..
Maka gak heran juga kalau foto Shota lebih banyak dari abangnya, hahaha……
sekian.

Asal mula nama Shinichi & Shota

August 6th, 2008 by hanashobu

Kalau Anda penggemar komik sejati, Anda tentu tahu tentang komik Detektif Conan, nama asli Conan kun adalah Edogawa Shinichi.
Aku suka karakter Shinichi yang pintar & sedikit sombong, karena bisa memecahkan semua kasus, baik yang sederhana maupun yang rumit.
Makanya ketika aku hamil bayi pertama, tanpa ragu aku memberi dia nama Fujio Shinichi, tentunya aku diskusi dulu dengan suami & keluarga ( kedua mertua ).
Alasanku adalah karena Shinichi adalah anak pertama & karena pernikahan ini sudah termasuk pernikahan bangsa, juga pertama kali buat yang bermarga Fujio, jadi harus ada kata Shin yang berarti *baru*
Syukurlah bahwa nama ini gak ditolak, aku berharap semoga Shinichi punyaku bisa sepintar Shinichi yang ada di komik ^-^
Untunglah Shinichi tumbuh dengan normal, setelah 2 minggu harus menginap di RS karena demam panas, dia sekarang juga telah jadi abang, tapi abang yang egois, hahaha….namanya anak kecil yah!
Lalu nama Shota, kami ambil dari kata gembira & gemuk, kalau digabung jadi kegembiraan yang gemuk, makanya gak heran kalau dia sekarang juga gendut.
Teman teman di club semuanya memuji Shota karena di lengannya ada kubu/ ruas lengan, mereka selalu gemas sambil memegang atau mencubit sayang pada Shota.
Aku suka nama yang berinisial $, karena namaku sendiri juga diawali huruf $ ^-^
Sebenarnya kalau gak ketemu nama $ yang bagus, mungkin kami akan cari nama yang berinisial K, misalnya Fujio Kenji, nama yang pasaran yah….
Waktu hamil anak kedua, aku betul betul gak tanya pada Dr, apakah bayiku cewek atau cowok? Sampai dia lahir ke dunia ini aku baru tahu  bahwa anak ke 2 ku adalah cowok lagi.
Kalau cewek, kami juga telah menyiapkan nama buatnya, yaitu Saori atau Shiori, lagi lagi nama dengan inisial $, namun Kyo ( suamiku ) lebih suka nama Saori
Bagi Kyo, 2 anak cukuplah! Karena belakangan ini harga barang barang pada naik, manalagi gaji gak naik, maka aku harus puas walau gak dapat anak cewek, fuh…T_T
Aku terpaksa harus mengerti keadaan, aku juga gak ingin bertengkar gara gara masalah  anak & masalah sepele lainnya
salam dari kami,

K3$ ( Kyo, Sumarni, ShinIchi, Shota )

Persahabatan itu Indah

July 31st, 2008 by hanashobu

Persahabatan itu memang indah, aku & Ci Linda boleh dibilang sebagai sahabat juga, karena dia juga telah menganggap aku sebagai adik sendiri. Aku nikah dengan Fujio Kyo juga karena dicomblanginya.
Tentunya aku ada kasih uang mak comblang kepada Ci Linda sebesar 100.000 Yen, tapi gak disangka Ci Linda membalikannya kepada aku tanpa kurang 1 sen pun.Aku betul betul sangat terkejut dengan hati besar Ci Linda.
Rupanya bagi Ci Linda, aku juga sudah sama seperti adik angkatnya, itulah yang membuat aku terharu.
Kalau aku mendapat uang segitu banyak, belum tentu aku akan mengembalikan pada orang yang memberiku. Aku akan gunakan uang itu buat travelling yang paling kusuka.
Ci Linda orangnya memang baik, selalu membantu terhadap sesama, dia selalu memberi tanpa mengharapkan balasan. Aku berharap semoga Tuhan selalu memberkati orang orang yang seperti Ci Linda.
Di Jepang sini, aku mempunyai 2 teman baik, mereka adalah Hayashi Tamaki & Miki Junko. Aku bertemu Hayashi san di Rumah Bersalin Maria, karena kami melahirkan di tempat yang sama. Waktu itu aku belum mengenal Hayashi san.
Pada waktu suster memberi pengarahan cara mandi kepada ibu ibu baru, kebetulan pada waktu itu aku bertanya pada suster begini: " Suster, rambut bayi boleh dihair dryer? ". Tentu saja suster menjawab * Gak Boleh*
Terus waktu berlalu, pada suatu hari  tahun 2006 bulan April aku pergi ke Baby Massage, di sana Hayashi san menegurku, "Anda adalah Fujio san?". Dan aku yang heran jawab "Ya, kenapa Anda bisa mengenalku?"
Lalu Hayashi bilang dia tahu aku karena pada waktu di rumah bersalin aku bertanya pada suster soal rambut bayi yang basah.
Dari sanalah awal persahabatan kami, terus Miki Junko juga adalah salah satu anggota Baby Massage, & kebetulan Miki san adalah teman SMP Hayashi san, mereka sudah berteman selama belasan tahun ^-^
Sampai sekarang kami tetap bersahabat baik, cuma letak rumah kami masing masing terlalu berjauhan. Tapi yang pasti tiap tahun kami pasti mengadakan piknik bersama, juga kumpul di rumah salah seorang buat ngerumpi & makan atau buat kue bersama.
Aku yakin setiap orang juga mempunyai sahabat masing masing, makanya di Friendster ada tersedia kolom Edit Teman Spesial.
Sahabat adalah orang yang berbagi kepada kita, bukan hanya di waktu senang saja, tapi juga di waktu susah. Namun  ada satu sahabat sejati, dia ada di mana saja & kapan saja di hatimu, dia tak lain adalah Tuhanmu.
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua yang gak bisa kusebut satu persatu namanya,namun kalian semua juga sangat berarti bagiku^-^

Perjumpaan yang unik

July 28th, 2008 by hanashobu

Alur cerita kembali ke tahun 1995, pada tahun itu aku lulus dari SMA Methodist II, karena aku gak hobby belajar, jadi aku gak meneruskan kuliah.
Soalnya aku ini tipe yang masuk kanan keluar kiri, hihihi…..
Tapi karena merasa sedikit sepi setelah lulus sekolah, aku les B. Jepang pada tahun 1996, keluarga sih gak menentang, cuma mereka merasa aneh, kok bukannya aku les B. Inggris karena B. Inggris adalah bahasa yang paling penting di dunia.
Pada waktu itu aku juga gak mengira bahwa kesukaanku dengan B. Jepang bisa membuat aku menikah dengan orang Jepang yang bermarga Fujio.
Aku les cuma lebih kurang 1/2 tahun, karena peminat terhadap B. Jepang ini sedikit sehingga mau melanjutkan ke tingkat lebih tinggi jadi gak bisa.
Lalu aku les privat ke tempat seorang guru, tapi letaknya sangat jauh dari rumahku, kalau naik becak mahal harganya, naik sudaco murah tapi gak aman, lalu berbagai peristiwa demi peristiwa terjadi, misalnya si krismon datang, sehingga membuat Papa jatuh sakit & meninggal di tahun 2000.
Karena berbagai hal jugalah, aku terpaksa berhenti les lagi, yah…kupikir ini nasiblah!
Pada suatu hari, kalau gak salah tahun 1999 ( aku lupa lupa ingat), aku dikenalin oleh kakaku kepada temannya yang bernama Akheng, Akheng ternyata pernah menikah ke Jepang, tapi selama 1 tahun saja.
Maksud kakakku mengenalkan aku pada Akheng adalah supaya aku berhenti mimpi tentang Jepang, karena Akheng jadi OSHIN di Jepang T_T
Lalu suatu hari aku dikejutkan dengan sebuah surat dari Ci Linda yang berada di Jakarta, katanya dia tahu aku dari Akheng ( yang waktu itu melancong ke Jakarta), karena Akheng juga adalah teman adik Ci Linda yang bernama Anna, Anna adalah adik tiri Ci Linda, Bapak Ci Linda meninggal akibat sakit keras, jadi Ibunda Ci Linda menikah dengan orang Jepang.Sekarang Anna juga menikah ke Jepang, jauh sebelum aku datang ke sini.
Kata Ci Linda, si Akheng memamerkan fotoku ke Ci Linda, jadi setelah melihat wajahku, Ci Linda tanya alamat pada Akheng, kemudian Akheng pun memberitahukannya.
Dari sebuah surat, aku & Ci Linda jadi sahabat pena, tapi cuma sesaat saja, karena masing masing punya kesibukan.
Tahun 2003, datang telepon dari Ci Linda yang menanyakan bahwa aku udah punya pacar belum? Lalu aku jawab: " Belum" karena waktu itu memang masih single.
Lalu mulailah perjodohan  dengan marga Fujio ini, sebenarnya pada waktu itu aku juga cuma iseng iseng saja, kupikir ini mungkin cuma mimpi saja, yah…kalau gak bisa menikah dengan orang Jepang, minimal bisa berkenalan dengan orang Jepang asli, hahaha…..
Oh yah, Ci Linda bisa kenal dengan Family Fujio karena Family Fujio ini adalah teman dari suami Anna yang bermarga Nakatake, karena kuatir akan jodoh anak sulungnya, maka Fujio Yasunobu ( nama mertua laki laki )meminta Anna mencari teman hidup untuk putranya.
Tapi si Anna gak punya kenalan, jadi dia minta bantuan Ci Linda, entah kenapa tiba tiba Ci Linda ingat padaku, padahal pada waktu itu telah ada 2 calon.
Mungkin karena ini yang namanya NASIB, terpilihlah aku sebagai calon unggul. Aku bertemu Family Fujio pada bulan Juli tgl 27, dan akhirnya setelah pertemuan yang aneh itu akhirnya aku resmi jadi pacar Fujio Kyo.^-^
Aku bertemu Ci Linda juga pada tgl itu karena dialah yang membawa Family Fujio ke Medan & jadi penerjemah bahasa, karena pada waktu itu aku masih kurang pintar B. Jepang, karena aku kan cuma les dasar saja.
Mula mula kami kencan di Brastagi, lalu setelah mereka pulang ke Jepang, kencan kami dilanjutkan lewat surat, lalu di bulan September, mereka datang ke Indonesia lagi membicarakan soal pernikahan.
Aku yang memilih hari, aku memilih menikah pada tgl 25 Desember  2003 karena itu adalah hari yang indah alias Hari Natal, pernikahan itu diselenggarakan di Uniplaza Medan.
Kalau dipikir pikir ini sungguh pertemuan yang unik, dimulai dari selembar foto yang ditunjukkin oleh si Akheng, lalu Ci Linda menjadi sahabat penaku, lalu Ci Linda juga yang jadi mak comblangku, hahaha….
Lain kali mungkin giliran Anda, siapa yang tahu???